LKIM-PENA Eksplorasi Ekosistem Inovasi Daerah di BRIDA Kota Makassar
MAKASSAR, 10 Februari 2026 – Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) melakukan kunjungan ilmiah ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indoor Diklat Ilmiah XX LKIM-PENA yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai mekanisme riset terapan serta pengembangan inovasi di tingkat pemerintahan daerah.
BRIDA Kota Makassar yang sebelumnya dikenal sebagai Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda), menjadi ruang pembelajaran strategis bagi LKIM-PENA untuk memahami proses transformasi hasil penelitian menjadi kebijakan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan kehadiran Dody, selaku Ketua Tim Riset BRIDA Kota Makassar yang menyambut hangat kedatangan peneliti muda LKIM-PENA. Selama sesi pembukaan tersebut, ditekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan untuk memajukan daerah.
Memasuki sesi diskusi inti, Dr. Muh. Amri Akbar selaku Ketua Tim Inovasi BRIDA Kota Makassar, menjelaskan bahwa saat ini mereka telah menjalin kerja sama erat dengan berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar, Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Beliau juga secara terbuka menawarkan kesempatan magang bagi mahasiswa dengan catatan harus menghasilkan output berupa inovasi yang konkret.
“Kami membuka pintu bagi mahasiswa untuk magang, namun harapannya ada inovasi nyata yang dihasilkan, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif,” tuturnya.
Selama pemaparan materi mengenai realitas riset di lingkup pemerintahan, terungkap bahwa salah satu hambatan utama yang sering dihadapi BRIDA adalah besarnya volume isu atau fenomena yang perlu diteliti, namun seringkali terbentur pada keterbatasan proses pendanaan.
Pihak BRIDA menjelaskan bahwa banyak penyajian data dan fenomena di lapangan yang menuntut penelitian mendalam, sehingga mereka harus jeli memprioritaskan riset tertentu karena adanya batasan anggaran. Hal ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya efisiensi riset dan penentuan skala prioritas dalam dunia penelitian profesional.
Kunjungan ini diakhiri dengan pesan agar mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori, tetapi mulai melihat celah inovasi yang dapat membantu efektivitas kerja pemerintah daerah. Interaksi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk melakukan riset yang lebih relevan dengan kebutuhan lokal Makassar.

Kegiatan kunjungan ilmiah ini ditutup dengan prosesi penyerahan cenderamata sebagai simbol kemitraan antara LKIM-PENA dan BRIDA Kota Makassar, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.


