Berita,  Diklat Ilmiah,  Kegiatan

LKIM-PENA Dalami Isu Lingkungan Lewat Kegiatan Indoor di WALHI

MAKASSAR, 10 Februari 2026 – Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) menggelar kunjungan ilmiah ke kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) sebagai bagian dari kegiatan Indoor Diklat Ilmiah XX. Kegiatan ini diikuti oleh 9 orang peserta Diklat Ilmiah XX dan difokuskan pada diskusi mendalam mengenai isu-isu lingkungan hidup terkini.

Kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan perspektif mahasiswa sebagai peneliti muda dengan realitas persoalan lingkungan di lapangan. Melalui sesi audiensi, peserta memperoleh pemahaman mengenai krisis iklim, advokasi kebijakan lingkungan, serta berbagai tantangan pembangunan yang berdampak pada keberlanjutan ekosistem.

Peran Strategis Mahasiswa dalam Isu Lingkungan

Sesi utama diisi oleh Taufiq Rahman, selaku perwakilan WALHI memaparkan data dan analisis terkait kondisi lingkungan hidup saat ini. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan mendorong peserta untuk mengkaji secara kritis kebijakan pembangunan yang berpotensi berkontribusi terhadap degradasi lingkungan.

Dalam pemaparannya, Taufiq Rahman menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam isu lingkungan.

“Mahasiswa bukan hanya menjadi penonton, tetapi aktor penting dalam menjaga lingkungan. Melalui riset dan kajian ilmiah yang berpihak pada keberlanjutan, mahasiswa dapat mendorong perubahan kebijakan dan membangun kesadaran publik,” ujarnya.

Konsultasi Riset dan Instrumen Advokasi

Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai forum konsultasi riset. Mahasiswa yang tengah menyusun ide penelitian bertema lingkungan memperoleh masukan terkait urgensi riset yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak pencemaran dan bencana ekologis.

Menurut Taufiq Rahman, narasi ilmiah yang didukung data lapangan yang kuat dapat menjadi instrumen advokasi lingkungan yang efektif. Hal ini sejalan dengan misi LKIM-PENA untuk menghasilkan karya tulis yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari LKIM-PENA kepada pihak WALHI serta sesi foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa peneliti dan aktivis lingkungan dalam upaya menjaga kelestarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *