LKIM-PENA Telusuri Jejak Sejarah dan Identitas Lokal di Museum Kota Makassar
MAKASSAR, 10 Februari 2026 – Lembaga Kreativitas Ilmiah Mahasiswa Penelitian dan Penalaran (LKIM-PENA) melaksanakan kunjungan ilmiah ke Museum Kota Makassar. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Indoor Diklat Ilmiah XX LKIM-PENA yang bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai sejarah perkembangan Kota Makassar, pelestarian cagar budaya, serta urgensi riset berbasis kearifan lokal.
Museum Kota Makassar yang menempati gedung bersejarah peninggalan masa kolonial menjadi ruang pembelajaran bagi peserta diklat untuk menelusuri narasi sejarah yang membentuk identitas Kota Makassar hingga saat ini.
Kegiatan diawali dengan tur edukatif di area museum. Peserta diajak mengamati berbagai koleksi artefak, dokumentasi visual, serta peta kuno yang merekam perjalanan Makassar sejak masa kerajaan hingga era modern. Pemaparan dari pihak museum memberikan gambaran mengenai pentingnya arsip sejarah sebagai sumber data ilmiah.
Dalam sesi audiensi, pihak museum menegaskan bahwa sejarah tidak hanya dipahami sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai basis data yang relevan bagi penelitian lintas disiplin. Mahasiswa didorong untuk mengintegrasikan aspek historis dengan isu-isu kontemporer dalam karya ilmiah.
Diskusi antara peserta Indoor Diklat Ilmiah XX dan pengelola museum menyoroti penerapan metodologi penelitian sejarah dalam memperkuat narasi identitas daerah di tengah arus globalisasi. Museum dipandang sebagai ruang kajian sosial yang memungkinkan mahasiswa meneliti dinamika budaya dan sosial masyarakat Makassar.
Salah satu pemateri dari pihak Museum Kota Makassar menyampaikan bahwa potensi sejarah lokal sangat terbuka untuk dikaji melalui pendekatan penelitian modern.
“Banyak fenomena sejarah yang dapat diteliti dan dikembangkan menjadi karya ilmiah maupun inovasi berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Selain memperoleh data historis, kunjungan ini menjadi sarana refleksi bagi mahasiswa mengenai peran generasi muda dalam pelestarian budaya. Peserta diajak untuk berpikir kritis terkait strategi inovatif dalam mempromosikan sejarah Kota Makassar agar lebih relevan dan menarik bagi generasi muda.

Kegiatan kunjungan ilmiah ini ditutup dengan prosesi penyerahan cinderamata serta foto bersama.


