Selisik Makna Pamali dalam Kehidupan Masyarakat Suku Kajang Kabupaten Bulukumba melalui Kajian Semiotika Sosial Halliday


RINGKASAN 

Yuyu Rahmayuni, dkk. 2018. Selisik Makna Pamali dalam Kehidupan Masyarakat Suku Kajang Kabupaten Bulukumba melalui Kajian Semiotika Sosial Halliday

Tulisan ini mengkaji makna yang terkandung dalam pamali masyarakat kajang khususnya kawasan adat. Untuk mengkaji digunakan metode kualitatif  dengan memanfaatkan teori semiotika sosial Halliday. Data yang dianalisis adalah data lisan berupa pamali yang diperoleh melalui wawancara terhadap tokoh-tokoh masyarakat yang berstatus sebagai informan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pamali masyarakat kawasan adat merupakan suatu tanda simbol yang bermakna. Disimpulkan bahwa pamali menjadi bagian dari kekayaan pengungkapan kepercayaan masyarakat kajang. Sekalipun telah mengalami banyak pergeseran, namun kekhawatiran masyarakatnya yang tidak ingin mencederai kesakralan kawasan adat kajang menjadikan pamali tetap ada dan memiliki kedudukan yang tinggi bagi masyarakat kajang. Jika memakai perspektif budaya dalam konsep pelestarian, kepercayaan terhadap pamali dipandang sebagai langkah untuk terus mempertahankan tradisi lisan yang turun-temurun diwariskan oleh generasi sebelumnya

Kata kunci: kajang, pamali, semiotika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ALAMAT RUMAH PENA: Jln. Sultan Alauddin No. 259 Samping Rusunawa A Unismuh Makassar dan jln. Sultan Alauddin Kompleks Griya Fajar Mas Blok P/14