PENGGUNAAN CAMPURAN BIODIESEL DARI KELAPA SAWIT DAN SOLAR TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN KANDUNGAN GAS NITROGEN OKSIDA (NOX) PADA MOTOR DIESEL EMPAT LANGKAH

PENGGUNAAN CAMPURAN BIODIESEL DARI KELAPA SAWIT DAN SOLAR TERHADAP PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DAN KANDUNGAN GAS NITROGEN OKSIDA (NOX) PADA MOTOR DIESEL EMPAT LANGKAH

Ardiansah, Masruri Hamid, dan Dodi Setiawan Jurusan Pend.Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar

ABSTRAK

Seiring meningkatnya secara pesat pembangunan pada segala bidang mengakibatkan pula meningkatnya kebutuhan akan energi. Sektor transportasi merupakan konsumen Bahan Bakar Minyak (BBM) terbesar akibat dari terjadinya lonjakan penggunaan kendaraan bermotor, sehingga pemakaian bahan bakarpun bertambah.
Namun, sumber energi fosil sebagai sumber utama bahan bakar semakin terbatas dan disertai beberapa efek negatif seperti pencemaran udara. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisasikan penggunaan dari bahan bakar adalah dengan menggunakan Biodiesel sebagai bahan campuran solar yang dikenal dengan Biosolar. Dimana Biodiesel yang digunakan dihasilkan dari Kelapa Sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan perbedaan penggunaan Biodiesel tersebut terhadap pemakaian bahan bakar dan emisi gas buang kendaraan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dan kendaraan yang digunakan adalah Mitsubishi L-300. Selanjutnya Biodiesel tersebut akan dicampurkan dengan solar dengan beberapa variasi pencampuran. Kemudian dilakukan pengukuran pemakaian bahan bakar dan kandungan gas Nitrogen Oksida (NOx) pada putaran 750 rpm, 1500 rpm, dan 2500 rpm. Dimana pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan campuran biodiesel dari Kelapa Sawit dan solar menimbulkan perbedaan pada pemakaian bahan bakar pada dan emisi gas NOx. Tingkat pemakaian bahan bakar yang menggunakan Biosolar dari Biodiesel Kelapa Sawit lebih hemat. Namun pada kandungan gas Nitrogen Oksida (NOx) yang dihasilkan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan solar murni. Berdasarkan uji statistik ( uji t) diketahui tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari penggunaan Biosolar dibandingkan dengan solar murni. Pada variasi Biosolar B10 selisih hemat bahan bakar dan rendah emisi gas lebih sedikit dibandingkan dengan variasi lainnya yaitu 0,003623 kg/h dan 1 ppm, sedangkan pada variasi B20 selisih hemat bahan bakar dan emisi gas NOx adalah 0,821204 kg/h dan 1,77 ppm dan pada variasi B35 selisih hemat bahan bakar dan emisi gas NOx adalah 0,38351 kg/h dan 6,33 ppm.

Key word: Biodiesel, Kelapa Sawit, Solar, Pemakaian Bahan Bakar, NOX
ALAMAT RUMAH PENA: Jln. Sultan Alauddin No. 259 Samping Rusunawa A Unismuh Makassar dan jln. Sultan Alauddin Kompleks Griya Fajar Mas Blok P/14